buletinomahkayu

Senin, 29 Juli 2013

Dalam rangka Borobudur International Festival (BIF) 2013, Sneppers bekerjasama dengan Omah Kayu Studio dan Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) menyelenggarakan lomba foto. Materi foto yang dilombakan adalah rangkaian acara BIF 2013 dengan total hadiah 6,5 juta rupiah. Sebanyak 179 peserta dari dalam dan luar kota ambil bagian pada kompetisi tersebut.


“Animo peserta yang begitu besar terjadi karena event BIF bertaraf internasional, pendaftaran lomba gratis tanpa biaya dengan total hadiah yang cukup besar. Kami juga mendapatkan kaos dan beberapa souvenir secara gratis. Kali ini service panitia begitu bagus, untuk masuk ke komplek candi pun kami tidak perlu membayar di loket masuk karena disediakan fasilitas dari panitia”, tutur Bramantya, salah satu peserta lomba.

Setiap peserta bebas mengirimkan maksimal 5 foto melalui web www.sneppers.com untuk di seleksi. Akhirnya terpilihlah Yudi Tirtajaya (Magelang) sebagai juara I, Wibowo (Solo) sebagai Juara II, NT. Irwanto (Yogyakarta) sebagai Juara III. *wisnu

Omah Kayu kembali mengadakan Kelas Bebas Fotografi (KBF) pada Jumat, 05 Juli 2013 lalu. Bertempat di Rumahku Art Café, KBF kali ini mengulas sejarah dan teknik dasar fotografi. Acara ini berlangsung meriah karena format pembelajaran fotografi dilakukan melalui proses tukar pikiran dan diskusi. “Kami menghindari kesan belajar seperti halnya hubungan antara guru dengan murid sehingga kami menggunakan pola diskusi agar seluruh peserta kelas bisa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran”, jelas Irwan selaku koordinator acara.

KBF kemarin dipandu oleh M. Faies sebagai pembicara. Diskusi hangat bergulir hingga akhir acara. Bahkan selesai sesi, Brendy Pradana dan Heri Wijayanto berkesempatan memaparkan teknik editing sebagai jawaban atas keingintahuan beberapa peserta kelas terhadap proses edit foto. Dani dan Siswo yang hadir kala itu mengatakan bahwa mereka mendapatkan manfaat yang signifikan setelah materi dalam KBF dipraktekkan secara langsung.

KBF sedianya menjadi acara rutin dua mingguan dimana pecinta fotografi dapat belajar dan berdiskusi secara gratis tanpa dipungut biaya. “Informasi mengenai KBF dapat diperoleh melalui group facebook Omah Kayu Photo Hunting, silahkan teman – teman pecinta fotografi bergabung di group facebook tersebut. Namun perlu dicatat, Omah Kayu tidak lantas melembagakan diri sebagai komunitas fotografi, kami hanyalah fasilitator yang mencoba menjembatani kebutuhan dan keinginan pecinta foto sehingga siapapun yang ingin bergabung, kami sangat membuka diri”, ujar Irwan memungkasi. *taufik
Juara I : Yudi Tirtajaya
Bertempat di Taman Lumbini komplek Candi Borobudur, pada tanggal 13 -17 Juni 2013 lalu berlangsung perhelatan akbar bertajuk Borobudur International Festival (BIF) 2013. Event bertaraf internasional tersebut diikuti oleh tidak kurang dari 4.000 seniman, baik lokal maupun mancanegara.

Rangkaian acara BIF diawali dengan pawai budaya pada tanggal 13 Juni 2013 yang diikuti oleh kelompok seniman lokal Magelang dan sekitarnya. Berawal dari Hotel Pondok Tingal, berbagai bentuk kesenian diarak menuju Sanggar Seni Limanjawi. Sampai di sana, acara dilanjutkan dengan pembukaan pameran dan diskusi seni rupa oleh Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI). Berbagai bentuk sajian pertunjukan musik mewarnai rangkaian acara tersebut.

Juara II : Wibowo
BIF sendiri secara resmi dibuka pada tanggal 14 Juli 2013. Sekitar pukul 20.45 WIB, acara dibuka dengan tarian kolosal dari kolaborasi seniman Jawa Tengah dan Yogyakarta bertajuk The Spirit of Borobudur. Selang beberapa saat, Wakil Menteri Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, Sapta Nirwandar, membuka acara secara simbolik dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya, Sapta Nirwandar menyampaikan bahwa potensi pariwisata Jawa Tengah sangat luar biasa. Heritage yang monumental seperti Candi Borobudur, Masjid Demak sebagai jejak sejarah berkembangnya agama Islam di Jawa, sejarah agama Hindu yang tersimpan di komplek Candi Dieng, serta perkembangan kebudayaan Cina menjadi kekuatan Jawa Tengah untuk maju dan berkembang.

Juara III : N.T. Irwanto
Pada pembukaan acara BIF tersebut, tak kurang dari 36 duta besar dan perwakilan negara sabahabat turut hadir. Tampak pula beberapa kepala daerah di Indonesia turut serta.

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, dalam sambutannya menuturkan, “BIF 2013 ini merupakan event perekat persahabatan antar daerah. Juga merupakan sarana mempererat kerjasama antar daerah maupun negara dalam bidang pariwisata, ekonomi, dan investasi”.

“Kami juga berharap BIF bisa berdampak positif pada pariwisata Jawa Tengah. Kegiatan ini untuk mensukseskan Visit Jawa Tengah 2013”, ujar Bibit. Oleh karena itu, Bibit berharap seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk bersama – sama menunjukkan kepedulian dan rasa memiliki kepada Borobudur, membudayakan sikap ramah dan santun kepada wisatawan yang berkunjung sebagaimana tema BIF 2013 ”More Than Friendly”. 

Selama perhelatan BIF 2013 berlangsung, secara bergantian seniman lokal dan perwakilan beberapa negara seperti Republik Rakyat Cina (RRC), Slovakia, India, Thailand, Brunai Darussalam unjuk kebolehan.

Juara Favorit : Toni Suria
Selain di Taman Lumbini komplek Candi Borobudur, rangkaian acara BIF 2013 juga dimeriahkan dengan Borobudur Travel Mart dan International Heritage Seminar bertempat di Grand Artos Aerowisata.

Untuk memeriahkan BIF 2013, Omah Kayu Studio bekerjasama dengan Sneppers dan Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) juga mengadakan lomba foto yang menjadi ajang fotografer mengabadikan moment pada rangkaian acara BIF 2013.

Acara BIF 2013 ditutup dengan pertunjukan musik dan tari kolaborasi beberapa seniman Indonesia. Pertunjukan tersebut bercerita tentang perkembangan kebudayaan di Indonesia dari masa ke masa yang digarap secara megah dan apik.

Hingga acara BIF 2013 usai, masyarakat terlihat sangat antusias menikmati setiap pertunjukan yang digelar. Hal ini diharapkan menjadi suntikan semangat bagi masyarakat untuk terus aktif melestarikan budaya dan mengembangkan pariwisata di Jawa Tengah. *irwan
Photo by M. Faies
Bertempat di Atrium Armada Town Square (ARTOS), 28 Juni 2013 lalu berlangsung acara grand final pemilihan mas dan mbak duta wisata Kabupaten Magelang tahun 2013. Pemilihan duta wisata diikuti oleh 24 orang finalis yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Magelang.

Seleksi pemilihan duta wisata berlangsung cukup ketat. Dimulai dengan seleksi administratif, tertulis, hingga wawancara. “Pemilihan duta wisata kali ini diikuti oleh kurang lebih 80 peserta. Setelah melewati beberapa seleksi kemudian mengerucut menjadi 60 orang yang lolos tahap seleksi administif dan kemudian menjadi 12 pasang calon mas dan mbak duta wisata Kabupaten Magelang yang masuk tahap karantina”, ungkap Tatok Prihasmanto, salah satu dewan juri yang juga turut mengawal jalannya seleksi dan pembekalan peserta.

Lebih jauh Tatok menjelaskan, ”Secara meteri peserta  pemilihan duta wisata kali ini cukup bagus, hanya saja secara kuantitatif jumlah pesertanya lebih sedikit dari tahun – tahun sebelumnya. Mungkin karena sosialisasi yang kurang maksimal”, tuturnya.

Setelah melewati satu demi satu tahap seleksi, peserta yang lolos dikarantina selama beberapa hari di Hotel Pondok Tingal, Borobudur. Karantina tersebut dimaksudkan untuk memberikan bekal yang lebih intensif kepada para peserta hingga akhirnya mereka masuk tahap grand final.

Acara grand final berlangsung cukup meriah. Dalam balutan busana tradisional jawa, satu per satu finalis tampil diatas panggung. Tiba saat pengumuman, terpilihlah Brian Hanif Yanuar (siswa SMA Negeri 1 Salaman)  dan Dewinda Cyntia (siswa SMA Negeri 1 Kota Mungkid) sebagai mas dan mbak Duta Wisata Kabupaten Magelang tahun 2013.  

Kejuaraan lainnya diberikan kepada pasangan Maulana Muzaky dan Nia Annisa sebagai juara II dan pasangan Bina Dwi Aryanto dan Silvia Rina Palupi sebagai juara III. Selain itu, terpilih pula Nur Muchlisin dan Dara Ayu Kristin Prabowo sebagai juara kepribadian, Gema Purba Resasmita dan Prasasti Retno Hapsari Putri sebagai juara kepribadian, serta juara favorit Muhammad Sholeh dan Miladia Mustika Pridarani.

Saat ditemui seusai acara, Dewina mengaku bangga bisa terpilih sebagai duta wisata Kabupaten Magelang. “Saya berharap mampu mengharumkan nama Kabupaten Magelang. Sebagai duta wisata saya ingin memajukan pariwisata Kabupaten Magelang dan melestarikan budaya Indonesia secara luas”, ungkap Dewina.

Pada kesempatan yang sama Brian menuturkan, “Proses terpilih sebagai duta wisata bukanlah hal yang mudah, perlu persiapan yang matang. Saya perlu mempersiapkan mental dan memperluas  wawasan untuk menjadi duta wisata. Kedepan, saya sangat mengharapkan bimbingan agar dapat memegang amanah sebagai duta wisata untuk satu tahun ke depan”.

Tatok selaku dewan juri mengaku puas dengan hasil pemilihan duta wisata tersebut. “Saya memiliki keyakinan bahwa duta wisata Kabupaten Magelang mampu berlaga secara baik di ajang pemilihan duta wisata Propinsi Jawa Tengah. Brian dan Dewina memiliki modal yang cukup untuk ajang tersebut. Kombinasi antara penampilan fisik, intelektualitas, dan bihavior mereka tidak diragukan lagi.  Hanya saja, pembinaan yang terus – menerus masih sangat diperlukan mengingat usia mereka masih cukup belia”, ungkap Tatok memungkasi. *verdian